surga-dunia-ustadz-abu-qotadah

Kajian dengan tema “Surga Dunia” bersama ustadz Abu Qotadah, Lc, dimana kajian ini dilaksanakan di Masjid Namira kota Lamongan – Jawa Timur. Pada kajian ini dibahas mengenai suatu ungkapan yang disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyah yang mana beliau menyampaikan ungkapan yang sangat agung yaitu “Sesungguhnya di dunia ini ada surga, siapa yang tidak masuk dalam surga dunia maka dia tidak akan masuk surga akhirat.”

Sebelum kita masuk dalam pembahasan surga dunia, terlebih dahulu dijelaskan sedikit mengenai surga akhirat. Begitu banyak ayat dalam Al Qur’an dan begitu banyak hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang menjelaskan tentang bagaimana surga. Surga yang akan disediakan bagi orang-orang yang beriman, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa yang disebutkan dalam Al Qur’an dan dijelaskan dalam hadits Rasulullah Shllahu’alaihi Wassalam. Satu hal yang harus kita imani sebagai ahlu sunnah adalah bahwa surge dan neraka itu telah ada hari ini. Dan Allah Ta’alla menyediakan surga bagi orang yang beriman disebutkan dalam Al Qur’an disebutkan ada 4 surga. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam menjelaskan bahwa dua surga terbuat dari perak dan dua surga lainnya terbuat dari emas.

Surga ini memiliki pintu-pintu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjelaskan bahwa surga memiliki 8 pintu, dan bahwa surga itu bertingkat-tingkat. Di surga juga mengalir sungai- sungai, ada sungai yang berisi air tawar, kemudian ada sungai yang berisi air susu yang tidak berubah rasa ataupun baunya. Adapula sungai yang berisi khamr (minuman keras), dan yang terakhir ada sungai yang berisi madu murni. Didalam surga terdapat berbagai macam buah-buahan yang berlimpah dan tanpa ada musimnya seperti di dunia.

Kemudian apa yang dimaksud dengan surga dunia dan bagaimana seorang mukmin bisa masuk kedalam surga dunia? Yang dimaksud dengan surga dunia adalah seseorang menghadap kepada Allah dengan iman dan amal sholeh. Menghadap kepada Allah yang dimaksud disini adalah melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Melakukan taubat dan istighfar ketika orang melakukan dosa, dan ridha kepada ketetapan-ketetapan Allah, dan menyinari hatinya dengan dzikir serta mencintai Allah. Merasa gembira dengan nama-nama dan sifat-Nya, ma’rifat pada hukum -Nya, ma’rifat pada syariat-Nya, maka itulah orang yang disegerakan pada surga dunia. Siapa yang diberikan taufik dan hidayah kepada iman islam dan sunnah maka mereka itulah yang telah masuk kedalam surga dunia.

simak juga kajian: fiqih Shalat jum’at pertemuan 1 (part1), fiqih sholat jum’at pertemuan 1 (part 2)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.