tauhid-asma-wa-sifat_ustadz-abu-isa-bdullah-bin-salam

Kajian bersama ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam membahas tema “Tauhid Asma Wa Sifat”. Kajian ini berisi tentang materi wajibnya memahami dalil-dalil tauhid asma wa sifat secara lahiriyah. Konsekuensi dari memahami tauhid asma wa sifat secara lahiriyah maka artinya dapat berbeda. Yang sesuai dengan konteks pembahasannya dan kepada siapa disandarkan sifat tershbut.

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Tauhid Asma Wa Sifat

Maka ada empat hal yang tidak boleh dilakukan ketika mendapatkan dalil tauhid asma wa sifat. Larangan yang pertama adalah ketika kita mendapati ayat Al Qur’an atau hadits yang berkaitan dengan sifat-sifat kita tidak boleh mentaktilnya. Taktil artinya meninggalkan, mengingkari atau menolak tauhid asma wa sifat yang terkandung dalam ayat tersebut secara keseluruhan atau sebagian.

Contohnya dalam ayat berikut Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS Al Maidah 64)

Dalam ayat diatas disebutkan bahwa kedua tangan Allah terbuka, maka apabila orang mentaktilnya maka ia menolak arti dari ayat tersebut adalah bahwa Allah memiliki kedua tangan. Namun ketika kemudian ditanya apa artinya mereka pun tidak dapat memberikan jawaban. Larangan yang kedua didalam menyikapi dalil-dalil tentang sifat Allah adalah mentakhrif. Takhrif artinya menyelewengkan makna dari dalil tauhid wa sifat kepada makna yang tidak ditunjukkan oleh dalil tersebut. Artinya orang tersebut mengganti arti dari tauhid asma wa sifat dengan makna baru yang tidak sesuai dari makna ayat atau hadits tersebut. Ada dua kesalahan yang dilakukan dalam takhrif, pertama yaitu menolak arti dalil tersebut secara lahiriyah dan yang kedua adalah memberikan makna baru dari dalil tersebut. Hal ini sama saja berbicara atas nama Allah tanpa Ilmu.  Simak kajian ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya.

Simak juga kajian: hindari rasa aman dan takut

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.