tata-cara-dan-praktek-shalat-khauf-perang

Kajian  bersama ustadz Iskandar Dinata Lc., kali ini dengan tema “Tata Cara Dan Praktek Shalat Khauf”. Shalat khauf adalah shalat ketika dalam keadaan berperang. Baik ketika kita berperang melawan orang-orang kafir ataupun kita memerangi orang-orang dhalim, bahkan ketika kita menghadapi ancaman hewan buas. Allah berfirman:

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Artinya: Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. (QS An Nisa 102)

Kondisi dan Cara Shalat Khauf

Dalam prakteknya shalat khauf sama dengan shalat dalam artian dari sisi bilangan atau jumlah raka’atnya. Apabila kita melaksanakan shalat khauf dalam keadaan mukim di negara kita dalam artian musuh datang menyerang.  Maka dalam keadaan ini untuk shalat dzuhur, ashar dan isya tetap dilaksanakan 4 rakaa’at. Adapun apabila dilaksanakan dalam keadaan safar artinya kita berperang di luar wilayah negara kita maka shalat khauf berlaku qashar.

Shalat khauf dibagi dua menurut keadaannya, yang pertama adalah ketika gencatan senjata dan yang kedua adalah ketika sedang berkecamuk perang. Tata cara shalat khauf dalam keadaan gencatan senjata dibagi menjadi dua. Tata cara yang pertama adalah ketika musuh berada di luar arah kiblat dan yang kedua adalah ketika musuh ada diarah kiblat. Maka dari kedua kondisi tersebut tata cara shalat khaufpun dibedakan. Kemudian tata cara shalat khauf pada saat perang sedang berkecamuk adalah dilaksanakan sesuai dengan kemampuan.

Simak juag kajian: Fiqih Shalat Jum’at Part 1, Fiqih Shalat Jum’at Part 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.