shahih-bukhari-kitabul-iman-bab18-ustadz-abu-qotadah

Kajian Shahih Bukhari Kitabul Iman Bab 18 Hadits ke 26 bersama Ustadz Abu Qotadah membahas permasalahan iman, bagaimana bertambahnya iman kemudian apa saja cakupan yang berkaitan dengan masalah iman. Pada kitabul iman bab 18 ini dijelaskan bahwa iman adalah sebuah amalan. Amalan sendiri dibagi  menjadi amalan hati, amalan lisan, dan amalan anggota badan. Keyakinan dari ahlu sunnah bahwa amalan adalah bagian dari iman, dan tidak sah iman tanpa amalan. Salah satu bentuk amalan dan merupakan amalan dhohir yang paling penting adalah shalat, maka Allah menamainya dengan iman.

Allah berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Semua ulama tafsir sepakat bahwa iman yang dimaksud dalam ayat diatas adalah shalatnya kaum mukminin ke baitul maqdis. Hal ini menunjukkan shalat bagian dari iman. Orang yang melakukan amalan tanpa adanya i’tiqad hati tentunya itu bukan iman dan tidak sah imannya. Allah berfirman bahwa orang beriman masuk surga dengan sebab amalan. Akan tetapi tentunya amalan yang dibarengi denga I’tiqad atau keyakinan dalam hati, karena amal yang tampak tanpa dibarengi dengan keyakinan dalam hatinya tidak bermanfaat. Simak kajian ini selengkapnya untuk mendapatkan faedah ilmu yang banyak didalamya.

Simak juga kajian: Surga Dunia, Hikmah Bencana Alam, dan Hukum Seputar Tayammum

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.