SEBAB-SEBAB LAPANG DADA

separator

Jum’at, 29 Maret 2019 Masehi (22 Rajab 1440 Hijriah)

Pemateri : Al Ustadz Abu Yahya Badrusalam حَفِظَهُ اللهُ dan Al Ustadz Abu Qotadah Al-Atsary حَفِظَهُ اللهُ

Summary by : ASR

Supported by : DKM. Masjid Agung Ciamis

Tema 1 : SEBAB-SEBAB LAPANG DADA

Tema 1 : SEBAB-SEBAB LAPANG DADA

Tema 2 : HAKIKAT KEBERUNTUNGAN DI DUNIA


Muqadimah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْﺒًﺎ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Kita masih diberikan nikmat, anugerah, taufik dan hidayah untuk bisa melangkahkan kaki menghadiri majlis ilmu syar’i yang merupakan taman surga di dunia dan penuh dengan keberkahan ini..

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, para sahabat radhiyallaahu ‘anhuma ajma’in, dan semua yang mengikuti mereka hingga hari kiamat kelak..


▪ Materi 1 (SEBAB-SEBAB LAPANG DADA oleh Al Ustadz Abu Yahya Badrusalam حَفِظَهُ اللهُ)

Lapang dada merupakan sebuah nikmat dari Allah ﷻ..

Allah ﷻ berfirman :

اَلَمْ نَشْرَحْ لَـكَ صَدْرَكَ

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?,” (QS. Al-Insyirah 94 : 1)

Dada yang lapang berbeda dengan dada yang sempit..
Dada yang sempit cenderung tidak tenteram..

Lapang dada bisa menimbulkan sifat pemaaf dan bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi seorang hamba..

Menurut Imam Ibnu Hazm rahimahullaahu ta’ala,
Berpikir tentang perbuatan orang-orang berakal, tujuan mereka semuanya sama walau dengan cara yang berbeda untuk meraihnya. Mereka berusaha membebaskan hati dari kegalauan, ada yang dengan cara makan dan minum, berdagang, menikah, dan ada pula yang dengan bersenda gurau atau melakukan permainan. Dan semua itu tidak sampai kepada Allah. Karena rata-rata itu ditujukan kepada selain Allah. Karena yang diterima dan sampai kepada Allah hanya yang tujuannya semata-mata karena Allah ﷻ..

Ibnul Qayyim rahimahullaahu ta’ala menyebutkan 9 sebab-sebab dada menjadi lapang :

  1. Tauhid

Yakni mengesakan Allah dalam beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun..

Kelapangan dada seseorang itu sesuai dengan kesempurnaan tauhidnya, kekuatan tauhidnya, dan bertambahnya tauhid seseorang..

Allah ﷻ berfirman :

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar 39 : 22)

Allah ﷻ juga berfirman :

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6 : 125)

Dan syirik menjadi sebab utama dada menjadi sempit..

Orang yang dadanya sempit, menjadi cepat berputus asa dan paling sedikit sabarnya..

  1. Cahaya Iman

Yakni cahaya yang Allah berikan pada seorang hamba..

Cahaya ini bisa meluaskan dada dan membuat hati gembira..

Contoh : jika menerima ujian, maka dikembalikan kepada Allah ﷻ..

Allah ﷻ berfirman :

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah 2 : 155)

الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah 2 : 156)

اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah 2 : 157)

Bila cahaya itu hilang, maka dada akan menjadi sempit..

Bila iman telah hilang, maka kita akan serasa berada di penjara yang paling sempit..

Lapang dada itu sesuai dengan cahaya iman..

Allah ﷻ berfirman :

اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَـيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6 : 122)

  1. Ilmu Agama

Yakni Qallallaah, Qala Rasulullah, wa qala Shahabah (apa yang difirmankan oleh Allah, disunnahkan oleh Rasulullah, dan dipahami oleh pemahaman Shahabat)..

Dengan ilmu, hati menjadi lebih lapang dibandingkan dengan dunia..

Tetapi jika bodoh, maka timbullah kesempitan dada (terpenjara)..

Makin luas ilmu, maka makin lapang pula dadanya..

Tetapi bukan sembarang ilmu, melainkan ilmu yanh diwariskan oleh Rasulullah ﷺ..
Dan ini harus dicari!

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dan kita harus senantiasa bersyukur jika diberikan semangat untuk menuntut ilmu..

Rasulullah ﷺ bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah ilmu yang bermanfaat, yakni yang berasal dari Nabi ﷺ..

Dan ahli ilmu adalah yang paling lapang dan lebar dadanya serta baik akhlaknya..

  1. Kembali kepada Allah dan mencintai Allah dengan sepenuh hati

Senantiasa merendah kepada Allah dan merasakan nikmat dalam beribadah..

Merasa nikmat saat berduaan dengan Allah ﷻ..

Jika kita bisa merasa nikmat berduaan dengan pasangan, maka lebih terasa nikmat bila berdekatannya dengan Allah ﷻ..

Tiada hal yang bisa membuat lapang dada selain mencintai Allah dengan sepenuh hati…

Allah ﷻ berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 16 : 97)

Orang yang dadanya sempit karena berpaling dari Allah, lalai dari dzikir, dan tidak mencintai Allah ﷻ..

Allah ﷻ berfirman :

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du 13 : 28)

Allah ﷻ juga berfirman :

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Tha-Ha 20 : 124)

  1. Selalu Dzikir (Ingat kepada Allah)

Tidak boleh lepas, dimanapun dan kapanpun..

Mengingat Allah memiliki pengaruh yang luar biasa untuk melapangkan dada dan membuat nikmat di hati..

Allah ﷻ berfirman :

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab 33 : 35)

Lalai dari dzikir pun memiliki pengaruh yang luar biasa, membuat dada menjadi sempit, gelisah, dan gundah gulana..

Allah ﷻ berfirman :

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du 13 : 28)

  1. Berbuat Baik Pada Makhluk

Memberi manfaat dengan apa yang kita bisa..

Orang yang dermawan itu paling lapang dada dan bahagia jiwanya..

Sementara orang bakhil akan sempit dadanya..

  1. Keberanian

Tetapi ini berani dalam kebenaran bukan kebathilan..

Orang yang pengecut, dadanya menjadi sempit, hatinya gelisah, tidak gembira, dan senantiasa merasa ketakutan (takut dan memikirkan apa kata orang), jadi tidak berani mengamalkan sunnah dan ketaatan..

  1. Mengeluarkan Penyakit Hati

Penyakit hati tersebut adalah sifat-sifat tercela, seperti cinta dunia yang luar biasa (ketakutan yang luar biasa), dengki (hasad), dll..

Seseorang yang walaupun sedang mencari sebab-sebab lapang dada tetapi sifat-sifat tercela masih bertengger, maka akan sulit dadanya menjadi lapang..

Jika kita sakit badan saja pergi ke dokter untuk memeriksakan ada apa.
Meski banter-banternya mati..

Maka kita juga harus peduli pada penyakit hati, karena ini lebih berbahaya, bisa mematikan hati..

Kita harus sering introspeksi diri dan memeriksa hati..

Menurut Imam Adz-Dzahabi rahimahullah,
Tanda orang yang ikhlas itu kalau diingatkan kesalahannya tidak panas, tidak ngeyel, kemudian mengakuinya dan mendoakan rahmat pada orang yang mengingatkannya..

  1. Tinggalkan Melihat Yang Berlebihan

Yang berlebihan disini maksudnya yang tidak-tidak, yang tidak bermanfaat, TBC (Terlalu Banyak Cincong), terlalu banyak gaul, terlalu banyak makan, dan terlalu banyak tidur..

Maka hatinya akan tersiksa, sakit, dan sempit..

Menurut Ibnu Qayyim rahimahullah,
Laa ilaaha illallaah betapa sempit hati orang yang terkena penyakit tadi, dan betapa bahagianya orang yang selalu sibuk dalam perkara-perkara terpuji..

▪ Materi 2 (HAKIKAT KEBERUNTUNGAN DI DUNIA oleh Al Ustadz Abu Qotadah Al-Atsary حَفِظَهُ اللهُ)

Puncak dari lapang dada adalah ketundukan hati orang pada perintah Allah dan Rasul-Nya..

Orang yang lapang dada akan mendapat keberuntungan yang luar biasa..

Allah ﷻ berfirman :

تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. An-Nisa’ 4 : 13)

Allah ﷻ juga berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ  ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali ‘Imran 3 : 185)

Menurut QS Ali ‘Imran 3 : 185 ada 4 pelajaran :

  1. Semua manusia akan mati

Tetapi tidak ada yang tahu kapan, dan tidak ada jaminan bisa hidup selamanya..

  1. Apa yang dinikmati sekarang di dunia adalah bagian terkecil

Tetapi bagi orang kafir (orang yang durhaka), Allah mencukupkan nikmatnya di dunia saja, di akhirat tidak..

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bara’ bin ‘Azib radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila akan menjumpai kehidupan akhirat dan berpisah dengan kehidupan dunia, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga. Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.” Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya. Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi. Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya. Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh. Allah berkata, ‘Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak. Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk. Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah”. ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab, agamaku Islam’. ‘Siapa orang yang diutus kepadamu ini?’ Ia menjawab, ‘Ia adalah Rasulullah. ‘Apa ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya’. Lalu diserukan dari langit, ‘Sungguh benar hambaku’. Maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga. Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan?” Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah.” Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, ‘Bau apa yang sangat keji ini?’ ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan. Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman Allah :

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Tidak dibukakan untuk mereka pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke dalam lubang jarum.” (Al-A‘raf 7 : 40)

Dan orang kafir tersebut meminta hari kiamat ditangguhkan.”

  1. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka, maka ia telah mendapatkan kemenangan yang hakiki
  2. Dunia hanya senda gurau

Nikmat dunia hanya sedikit..

Maka tanyakan pada diri masint-masing :

a. Mengapa kita lebih konsentrasi pada urusan dunia yang sementara?

b. Berapa uang / harta yang dikeluarkan untuk foya-foya dunia?

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Para Shahabat radhiyallaahu ‘anhum ajma’in itu lebih membutuhkan ilmu daripada makan dan minum..

Karena ilmu adalah jawaban untuk segala persoalan hidup..

Kita harus belajar ilmu dan mengajarkannya pada keluarga dan orang lain..

Seperti kisah Shahabat Uqbah Ibnu Harits berikut :

Uqbah bin Harits, kunyahnya Abu Sirwa’ah, suatu ketika menikah dengan putri dari Abu Ihab bin Aziz. Setelah beberapa waktu berlalu, seorang wanita agak tua datang menemuinya dan berkata, “Sesungguhnya saya dahulu pernah menyusui engkau, dan aku juga pernah menyusui wanita yang menjadi istrimu itu.!”
Uqbah kaget dengan pengakuan wanita tersebut. Itu artinya ia dan istrinya masih saudara sesusuan, dengan demikian sebenarnya mereka masih “mahram” dan dilarang menikah. Uqbah berkata, “Saya tidak tahu bahwa kamu dahulu menyusui saya, dan kamu tidak pernah memberitahukannya kepadaku!” Uqbah bergegas pergi ke Madinah menemui Nabi ﷺ untuk menceritakan permasalahannya tersebut, dan beliau bersabda, “Bagaimana lagi, sedangkan hal itu telah jelas (hukumnya).!”
Uqbah tidak banyak bertanya lagi. Setelah mengucap terima kasih dan salam, ia bergegas pulang ke tempat tinggalnya, kemudian menceraikan istrinya. Walau sebenarnya ia masih sangat mencintai istrinya, dan pernikahannya belum berlangsung lama, tetapi pilihan untuk menjalani pernikahan sesuai petunjuk syariat Rasulullah ﷺ adalah pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Beberapa waktu kemudian, setelah iddahnya habis, bekas istrinya yang masih saudara sesusunya itu menikah lagi dengan orang lain.

Pelajaran dari kisah tersebut :

a. Shahabat jika ada masalah yang membuat dada sempit, mereka mencari ilmu

b. Shahabat bertanya tentang amalan apa yang bisa memasukannya ke surga, kemudian Rasulullah ﷺ memberitahukan syahadat, shalat, zakat, puasa. Kemudian Rasulullah ﷺ menyuruh para Shahabat untuk pulang ke rumah dan mengajarkannya ke keluarga..

Jadi Shahabat mencari solusi hidup dengan ilmu!

Semantara pada zaman sekarang banyak orang yang datang kepada ahli ilmu dengan alasan harta / duniawi..

Contoh : datang ke Ustadz untuk meminta didoakan agar usahanya lancar, dll..

Wallaahu a’lam bishshawaab

Semoga kita senantiasa memperbaiki diri kita..

Semoga tulisan ini bermanfaat, diluruskan niatnya dalam menulis, menjadi pengingat bagi pemateri, penulis, dan pembaca, serta menjadi pahala jariyah bagi semuanya..
Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin

Allaahu Yahdik, Baarakallaahu Fiikum❤

SELF REMINDER