Keberkahan Penuntut Ilmu

separator

[youtube url=”https://www.youtube.com/embed/3O3lBIfNx48″]

Kajian bersama Ustadz Abu Qotadah, Lc. kali ini mengangkat tema “Keberkahan Penuntut Ilmu”. Tidak dipungkiri menuntut ilmu merupakan amalan yang utama dan sudah barang tentu banyak pula keberkahan penuntut ilmu. Ilmu merupakan warisan dari para nabi. Keberkahan penuntut ilmu ini diambil dari hadits Abu Darda yang diriwayatkan antara lain oleh Imam Tirmidzi, Abu Daud, Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa ada seseorang dari madinah mendatangi Abu Darda yang ketika itu berada di Damascus. Abu Darda bertanya apa keperluan orang itu menemuinya, yang kemudian dijawab bahwa orang tersebut datang untuk mendapatkan hadits Rasulullah shalallahu’alaihi Wassalam. Kemudian Abu Darda bertanya kembali apakah orang itu mempunyai keperluan lain ataukah ia sedang berdagang. Orang itupun menjawab tidak, ia datang kesana hanya untuk mendapatkan ilmu dari Abu Darda.

Mendengar jawaban orang tersebut maka Abu Darda berkata bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda:”bahwasannya orang-orang yang orang-orang yang berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga. Dan malaikat-maalikat akan turun ke bumi dengan menghempaskan sayap mereka untuk menghadiri majelis ilmu karena mereka ridho dan menyukai majelis ilmu. Dan orang-orang yang mengajarkan ilmu dan orang-orang yang menuntut ilmu akan didoakan oleh makhluk yang ada dilangit dan dibumi. Sampai ikan-ikan dikedalaman air pun mendoakan mereka. Dari hadits ini telah disebutkan keberkahan penuntut ilmu yang sangat besar.

Kemudian Rasulullah berkata:”Perumpamaan ahli ilmu dan ahli ibadah adalah seperti cahaya bulan purnama dengan bintang-bintang yang ada. Dalam artian cahaya bulan purnama mengalahkan bintang-bintang yang lain. Lalu apa saja keberkahan penuntut ilmu dan bagaimana penjabarannya? Simak kajian ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya.

Simak juga kajian: Surga Dunia, Hikmah Bencana Alam, Hukum Seputar Tayammum, Shahih Bukhar Kitabul Iman Bab 18