Hukum Seputar Tayammum

separator

[youtube url=”https://www.youtube.com/embed/wsZ17BTg508″]

Kajian bersama Ustadz Abu Qotadah dengan tema “Hukum Seputar Tayammum”. Pada kajian kali ini akan dibahas permasalahan hukum seputar tayammum. Pengertian dari tayammum adalah orang menggunakan debu yang suci untuk mengusap wajah dan kedua telapak tangan sebagai pengganti wudhu dan pengganti dari mandi. Tayammum merupakan salah satu keutamaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wassalam. Dalam hukum seputar tayammum dijelaskan bahwa tayammum dibolehkan dengan dalil dari Al Qur’an, sunnah dan ijma’. Sebab diperbolehkannya tayammum secara global ada 2, yang pertama yaitu ketika tidak ada air. Lalu yang kedua adalah ketika ada udzur ketika menggunakannya.

Ada beberapa poin dalam hukum seputar tayammum ketika kita ada udzur sehingga dibolehkan melakukan tayammum. Yang pertama adalah ketika sakit, dan dikhawatirkan apabila menggunakan air akan mengancam jiwa atau akan bertambah parah sakitnya. Maka pada waktu seperti itu diperbolehkan untuk melakukan tayammum. Poin yang kedua adalah ketika berada dalam cuaca yang sangat dingin sehingga tidak mungkin menggunakan air untuk mandi atau wudhu. Kemudian poin yang ketiga adalah pada saat ada air tetapi air tersebut akan digunakan untuk keperluan lain. Contohnya adalah pada saat tidak ada air kecuali hanya sedikit dan akan digunakan untuk memasak maka diperbolehkan untuk bertayammum.

Simak juga kajian: Surga Dunia, Hikmah Bencana Alam