hindari-rasa-aman-dan-takut

Kajian ilmiyah bersama Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam dengan tema “Hindari Rasa Aman dan Takut”

Ada tiga rukun beribadah kepada Allah yaitu rasa cinta, takut dan harap. Agar ibadah kita menjadi sempurna kita harus bisa menyeimbangkan antara rasa takut dan harap. Rasa takut dan harap dalam perjalanan kita kepada Allah diibaratkan seperti dua buah sayap burung. Apabila salah satu sayap ini bermasalah maka pejalanan pun akan ikut bermasalah. Rasa takut kepada Allah berarti bahwa bagaimanapun kita telah beribadah kepada Allah kita selayaknya menghadirkan rasa takut dalam hati bahwa ibadah yang kita lakukan belumlah sempurna. Merasa khawatir ibadah yang kita lakukan belum diterima dan masih banyak dosa yang belum diampuni oleh Allah Ta’ala. Akan tetapi disisi lain kita tetap berharap kepada Allah bahwa amalan ibadah  yang kita lakukan akan diterima disisi Allah dan dosa kita juga diampuni oleh Allah. Maka dalam beribadah kepada Allah hendaknya kita seimbang antara rasa takut kepada Allah dan harap kepada Allah. Jangan kita merasa aman dari adzab Allah karena merasa kita telah banyak beribadah kepada Allah, namun jangan pula kita merasa berputus asa dari rahmat Allah.

Dampak Rasa Aman Dan Takut Kepada Allah

Apabila kita berlebihan dalam berharap dan kurang rasa takut kepada Allah akan menimbulkan dampak negatif. Hal ini kan mengakibatkan timbulnya rasa aman dihati manusia akan adzab Allah yang dating tiba-tiba. Allah mendatangkan adzab kepada suatu kaum ketika mereka merasa aman akan makar Allah. Karenanya ketika seseorang yang ada rasa takut kepada Allah dihatinya akan senantiasa menjaga ibadahnya kepada Allah. Mereka tidak terlena dengan rasa aman bahwa mereka jauh dari murka Allah. Sebaliknya apabila seseorang terlalu merasa takut kepada Allah , takut bahwa amalan ibadah mereka tidak diterima oleh Allah inipun akan berdampak tidak baik. Mereka akan senantiasa merasa dosa mereka tidak diampuni lalu doa mereka tidak didengar. Hal ini pada akhirnya akan menjerumuskan mereka pada rasa putus asa akan rahmat Allah dan Allah mencela orang-orang yang berputus asa dari rahmat-Nya. Oleh karena itu penting untuk menyeimbangkan antara rasa takut kepada Allah dan rasa berharap ketika beribadah kepada Allah.

Simak juga: hakikat khusyu bagian 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.