Hikmah Bencana Alam

separator

Kajian Ilmiyah bersama Ustadz Abu Qotadah dengan tema              “Hikmah Bencana Alam”

[youtube url=”https://www.youtube.com/embed/jZN9HwAzaL0″]

Seperti kita ketahui bersama negri kita sedang ditimpa bencana alam dibeberapa tempat, banyak saudara kita yang menjadi korbannya. Hikmah bencana alam apa yang bisa kita ambil? Hikmah bencana alam yang pertama adalah perlu dipahami sebagai seorang mukmin aqidah kita harus lurus ketika ditimpa bencana, ketika kita melihat bencana. Ingat bahwa adanya bencana tidak boleh kita katakan adalah fenomena alam semata. Apabila para ahli ilmu pengetahuan mengatakan bahwa gempa terjadi karena pergeseran lempengan bumu maka itu hanya disebut sebagai sebab. Apabila kita mengatakan segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini adalah fenomena alam semata maka menurut ahlu sunnah ini adalah kufur. Ketika sesuatu terjadi maka kita wajib mengaitkan hal tersebut dengan iradah Allah atau kehendak Allah. Akan tetapi dengan mengatakan bahwa hal itu adalah kehendak Allah kita tidak mengingkari ilmu pengetahuan tersebut karena pengetahuan itu pun penting bagi manusia. Hikmah bencana alam yang paling penting adalah kita mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah. Allah Maha Mampu untuk menurunkan adzab dari langit dan adzab dari bawah kaki kalian maka itu berkaitan dengan qudratullah.

Hikmah bencana Alam yang kedua adalah bahwa bencana alam yang terjadi karena dosa yang kita perbuat. Dosa dibagi menjadi 3 golongan, yang pertama adalah dosa yang bisa memasukkan pelakunya kekal didalam api neraka. Dosa itu ada;ah syirik, kufur dan nifaq akbar, siapapun yang melakukan dosa ini maka tidak akan diampuni dan ia kekal dineraka. Golongan dosa yang kedua adalah bid’ah, dan yang ketiga adalah perbuatan maksiat yang tidak termasuk dalam kesyirikan maupun bid’ah. Setiap dosa dan setiap maksiat yang kita lakukan akan menyebabkan datangnya murka Allah. Pada hikmah bencana alam yang kedua ini ditekankan bahwa murka Allah atas maksiat yang dilakukan tidak akan menimpa kepada orang yang dholim saja. Sebagai umat mukmin atau penguasa kita tidak boleh diam saja melihat ada kemaksiatan yang terjadi disekitar kita.

Simak juga kajian: surga dunia