Hati Yang Bersih

Kajian Hati Yang Bersih disampaikan oleh Prof. Dr. Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Sindi merupakan tabligh akbar yang di selenggarakan di Masjid Raya Jakarta Islamic Center pada tanggal 17 Syawwal 1439 atau 1 Juli 2018 yang disiarkan secara live di MGI TV dan dengan penerjemah Ustadz Dr. Firanda Andirja.

Dalam Tabligh Akbar dengan judul Hati Yang Bersih, Prof. Dr. Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Sindi menyampaikan bahwa yang menjadi patokan dalam syariat adalah apa yang ada didalam hati manusia. Bahwasannya keselamatan di akhirat kelak bergantung dari apa yang ada didalam hati manusia. Apabila seseorang memiliki hati yang bersih maka ia akan selamat di hari kiamat kelak. Sesungguhnya Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan didalam Al Qur’an bahwa yang akan selamat di akhirat kelak adalah orang yang memiliki hati yang bersih. Jika kita telah mengetahui bahwa hati merupakan perkara yang penting dan kita ingin selamat kelak di akhirat mala tidak ada jalan lain kecuali kita harus berusaha untuk membersihkan hati kita.

Sesungguhnya kedudukan hati dimata Allah Subhanahuwata’ala sangatlah agung, Dan seseorang yang berharap jiwanya selamat di sisi Allah Subhanahuwata’ala hendaknya is benar-benar memperhatikan kondisi hatinya. Kelak di hari kiamat Allah tidak melihat pada rupa kita atau bentuk tubuh kita, akan tetapi Allah melihat pada hati kita dan amalan kita. Semua akan terlihat jelas dan tidak ada yang tertutup bagi Allah Subhanahuwata’ala. Ini berarti bahwa yang menjadi patokan dalam pengelihatan Allah dalam memberikan ganjaran pahala atau hukuman adalah pengelihatan Allah kepada hatinya. Oleh karenanya amalan akan menjadi baik atau rusak bergantung dari apa yang ada didalam hati.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Perkara hati ini amatlah penting maka Kita hendaknya selalu memperhatikan kondisi hati kita, karena hati sangatlah mudah terpengaruh. Hati ibarat kertas putih yang sangat mudah kotor karenanya penting bagi kita untuk selalu menjaga hati kita tetap bersih.

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.