hakikat-khusyu-bagian1-ustadz-nuruddin-abu-faynan-al-makky

Kajian bersama Ustadz Nuruddin Abu Faynan Al Makky dengan tema “Hakikat Khusyu” membahas arti hakikat khusyu. Secara bahasa khusyu adalah adanya ketenangan, ketundukan serta adanya kehina dina’an untuk seluruh anggota badan. Adapun secara istilah khusyu adalah kelembutan hati, ketundukan hati dan hadirnya hati ketika sedang melaksanakan ketaatan kepada Allah. Ketundukan hati ini kemudian diikuti oleh anggota badannya baik secara dhohir maupun secara bathin. Perlu untuk dipahami adanya perbedaan antara hakikat khusyu karena keimanan dan khusyu kepura-puraan. Apabila nampak pengaruh khusyu pada anggota badan yang kelihatan, akan tetapi didalam hatinya tidak ada sedikitpun kekhusyu’an maka yang seperti ini dinamakan khusyu kepura-puraan. Sedangkan hakikat khusyu karena keimanan adalah kekhusyu’an hati karena Allah kemudian diikuti oleh anggota badan. Barang siapa yang khusyu’ hatinya tidak akan datang kepadanya syaithan. Orang yang khusyu karena keimanan kepada Allah akan memadamkan syahwatnya. Syahwat yang selalu menyeru kepada keburukan sehingga timbul rasa takut kepada Allah. Jiwa kita selalu dipenuhi dengan emosi dan keinginan untuk melakukan keburukan, untuk mematikan keburukan itu kita harus khusyu. Dengan khusyu pula akan timbul ketenangan dalam hati untuk mengingat Allah.

 

Keutamaan Khusyu

Tujuan memahami hakikat khusyu agar kita dapat menjadi hamba Allah yang khusyu serta dapat menghadirkan jati disaat kita melakukan ibadah kepada Allah. Khusyu dalam shalat kita, dalam ruku, dalam sujud kita.  Diantara keutamaan khusyu dalam sholat, yang pertama adalah orang yang khusyu dalam shalat wajibnya maka akan dihapuskan dosanya sama seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya. Keutamaan yang kedua adalah apabila seseorang khusyu dalam melaksankan shalat Sunnah dua rakaat maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu. Kemudian keutamaan yang ketiga adalah memperbaiki khusyu dalam shalat wajibnya maka akan mengampuni dosanya yang telah lalu selama dia tidak melakukan dosa besar.

Setelah mengetahui hakikat khusyu perlu juga mengetahui apa penyebab kita sulit khusyu ketika beribadah. Penyebab kita sulit untuk khusyu  adalah karena perbuatan dosa akibat terlalu mengikuti apa yang diinginkan oleh jiwa. Kita harus bias memaksa jiwa kita untuk melakukan hal yang dibenci oleh jiwa. Adapu orang yang bias mematikan keburukan-keburukan jiwanya maka ia akan bias khusyu kepada Allah. Hati manusia pada asalnya diciptakan untuk ikhlas mencintai, takut dan berharap kepada Allah.

simak juga kajian: fiqih shalat juma’at pertemuan 1 (part1)fiqih shalat juma’at pertemuan 1 (part2), Surga Dunia, dan fiqih shalat jum’at pertemuan 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.