fiqih-shalat-jumat-part1-ustadz-iskandar-dinata

Kajian bersama Ustadz Iskandar Dinata, Lc. dengan tema “Fiqih Shalat Jum’at” membahas hukum seputar shalat jum’at. Adapun syarat-syarat wajib shalat jum’at ada 7 perkara, yang pertama adalah islam kemudian yang kedua adalah baligh, ketiga berakal, keempat medeka, kelima laki-laki, keenam sehat, dan yang ketujuh adalah mukim. Dalam fiqih shalat jum’at ada syarat syah didirikannya shalat jum’at yang terdiri dari tiga syarat, yang pertama dari sisi tempat adalah berupa daerah kota atau kampong (hunian manusia). Syarat yang kedua adalah jumlah orang yang menghadiri shalat jum’at minimal 40 orang dari orang yang terkena kewajiban shalat jum’at. Lalu syarat yang ketiga adalah waktu shalat jum’at masih ada. Apabila waktu shalat jum’at telah habis atau syarat syah tersebut ada yang tidak terpenuhi maka dilaksanakan shalat dzuhur.

Kewajiban-kewajiban shalat jum’at atau rukun dalam shalat jum’at ada 3 perkara. Rukun yang pertama dan yang kedua adalah adanya dua khutbah jum’at, dimana khatib shalat jum’at berdiri pada dua khutbah dan dia duduk diantara khutbah tersebut. Kemudian rukun yang ketiga adalah didirikan shalat jum’at dua rakaat secara berjamaah. Sunnah-sunnah shalat jum’at ada 4 perkara, yang pertama adalah mandi atau membersihkan tubuh sebelum shalat jum’at. Sunnah yang kedua adalah menggunakan pakaian berwarna putih. Kemudian yang ketiga adalah memotong kuku, dan sunnah yang kekempat adalah menggunakan minyak wangi. Dan disunnahkan jamaah untuk mendengarkan khutbah jum’at. Barangsiapa yang masuk masjid ketika imam sedang khutbah maka ia tetap mendirikan shalat dua rekaat secara ringan (shalat tahiyatul masjid) kemudian ia duduk.

Simak pula kajian bersama Syaikh Prof.Dr. Sholih Bin Abdil Aziz Sindi dengan tema “Hati Yang Bersih

 

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.