Jadwal Kajian Live Streaming MGI TV

Ustadz Abu Qotadah Menjelaskan Cara Berdagang Sesuai Tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Agar Rizki Menjadi Berkah

Kebanyakan orang, mereka tidak mengerti tuntunan berdagang yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan dan bahkan tidak berusaha mempelajarinya.

MGI TV - Berdagang bisa di bilang pekerjaan yang tidak sulit, kita bisa berdagang dengan modal jasa atau keahlian kita. Bahkan ada orang yang mengatakan berdagang bisa juga hanya dengan modal nekad.

Akan tetapi, kebanyakan orang yang akan berdagang, terkadang mereka tidak mengerti aturan maupun tuntunan berdagang yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikan tuntunannya dan tidak berusaha untuk di cari tau serta dipelajari.

Baca juga artikel : Penggunaan Jimat Jitu untuk Penglaris dalam berdagang, Apakah Benar Bisa Mendatangkan Keberkahan ?

Sehingga rizki yang diperoleh tidak berkah. Padahal jika siapa saja yang akan berdagang dan tau aturannya dan tuntunannya, maka Allah senantiasa menurunkan keberkahannya.

Di dalam berdagang islam meletakkan prinsip – prinsip dalam jual beli secara global, berjual beli dari sisi hukum asal adalah boleh.

Lalu, jual beli apa yang diharamkan oleh Allah ? Jual beli yang diharamkan oleh Allah dibagi menjadi 2 kategori, diantaranya :

Adanya Barang atau Zat yang Tidak Boleh di Perjual Belikan

Misalnya barang apapun yang Allah dan Rasulnya melarang jual beli dari apa yang telah diharamkan. Jadi, setiap barang apapun yang Allah dan Rasulnya haramkan maka di haramkan untuk diperjual belikan.

Maka di dalam kaidahnya adalah dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Artinya : Jika Allah Mengharamkan Sesuatu, Maka Allah Melarang Menjualbelikannya

Misalnya barang yang telah Allah haramkan dan mudah kita temukan di sekitar kita adalah Khamr, Babi dan barang lainnya yang telah Allah haramkan. Kenapa barang tersebut tidak boleh diperjual belikan ? Karena barang-barang tersebut tidak memberikan manfaat sama sekali.

Sesuatu dalam Jual Beli Itu Haram Karena Cara Jual Belinya

Nah, secara global yang diharamkan Allah dalam jual beli kembali kepada 3 ushul/pokok diantaranya adalah :

Setiap Jual Beli yang Mengandung Riba

Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah Ayat 275 :

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Artinya : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Surat Al Baqarah Ayat 275)

Dan riba ini tentunya bahasan yang sangat luas dan mudah-mudahan di artikel by MGI TV ini bisa ada pembahasannya meskipun secara singkat.

Tapi, pada intinya setiap jual beli yang mengandung makna riba dan hakekat riba maka dilarang untuk di perjual belikan dengan berbagai pintunya dari cara, jenis yang berkaitan dengan riba.

Jual Beli yang Mengandung Ghoror & Al Jahalah

Al Jahalah & Ghoror adalah transaksi jual beli yang telah Allah haramkan.

Ghoror adalah keraguan, tipuan atau sebuah tindakan yang artinya di dalam jual belinya ada kemungkinan penipuan atau kegagalan misalnya ketika kita membeli buah yang masih di pohon / ditangkainya.

Sedangkan Al Jahalah adalah ketidak jelasan, ketika kita membeli barang yang sifatnya tidak diketahui.

Misalnya kita membeli ikan yang masih ada di dalam kolam maka ini termasuk ketdakjelasan karena tidak jelas apakah didalamnya ada ikan atau tidak dan tidak diketahui juga jumlah ikan yang ada di dalamnya.

Jual Beli yang di dalamnya Adanya Tipu Daya

Tipu daya ini seperti jual beli yang ada kecurangan dan tipu daya di dalamnya. Misalnya saja di jual beli yang mengurangi takaran, mengurangi timbangan.

Contoh lainnya yang umum dilakukan masyarakat adalah ketika berjualan buah dimana buah yang sudah busuk di letakkan dibawah buah yang masih bagus hal itu sengaja di tutup, agar buah busuk bisa di ambil nantinya oleh pembeli.

Sehingga pembeli akan tertipu dengan buah yang busuk yang dianggap buah masih bagus.

Dan setiap jual beli yang mengandung salah satu cara diatas maka itu adalah jual beli yang dilarang di dalam agama islam. Jadi, di dalam islam itu berdagang atau jual beli dengan kejujuran, keadilan, serba jelas dari mulai ukuran,takaran,meterannya, harga dan timbangannya jelas. Semuanya telah diatur di dalam islam.

Oleh sebab itu Allah berfirman

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Artinya : Celakalah bagi orang yang mengurangi takaran (QS Surat al-Muthaffifin )

Maka dalam hal ini perlu menjadi sebuah dorongan bagi setiap mukmin yang berjual beli untuk mengetahui fiqih jual beli.

Yuk Simak Kajian : Kitab Fathul Mu'in oleh Ustadz Ali Nurjani tentang Pentingnya Belajar Fiqih

Seperti yang telah di isyaratkan oleh para ulama bahwa di akhir zaman penyakit yang paling dahsyat yang akan menimpa kepada kita tentang sistem jual beli adalah yang pertama adalah riba.

Sehingga ada ulama yang mengatakan jika hari ini seseorang tidak berinteraksi secara langsung dengan riba. Maka seseorang tersebut minimal berinteraksi dengan debu nya riba. Ini menandakan sekarang ini sulit untuk lepas dari riba.

Bagaimana sudah siap untuk jual beli seperti yang sudah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Jika anda punya pertanyaan perihal jual beli bisa ditanyakan secara langsung melalui program acara Assalamualaikum Ustadz di MGI TV. Cek jadwal nya disini !

Jika ingin nonton secara LIVE bisa melalui link mgitv.com.

Artikel ini merangkum dari pembahasan oleh Ustadz Abu Qotadah di Asumsi by MGI TV dengan tema bahasan Hukum Menggunakan Jimat Jitu di dalam berdagang.

Komentar 0

Tidak ada komentar