Program Spesial Ramadhan

Jangan pikirkan balasan saat berbagi

Mengenai pembahasan jangan pikirkan balasan saat berbagi ini maksudnya adalah balasan Ketika didunia tatkala kita memberikan sedekah kepada yang lain.

Mengenai pembahasan jangan pikirkan balasan saat berbagi ini maksudnya adalah balasan Ketika didunia tatkala kita memberikan sedekah kepada yang lain. Maka jelas Allah Ta’ala berfirman dalam surat al insan ayat 8-9.

Dimana pada ayat tersebut Allah Ta’ala telah menyebutkan bagaimana kriteria orang-orang yang beriman, yang dimana mereka akan mendapatkan balasan di akhirat yang sangat tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu mereka nanti akan dimasukan kedalam surga dan diberikan minuman yang telah tercampur dengan air kapur. Minuman tersebut adalah sebaik-baik minuman yang akan diminum oleh ahli surga.

Allah Ta’ala berfirman

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Terjemahan: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (QS.Al Insan: 8)

Pada ayat tersebut Allah ta’ala menyebutkan diantara amal ketika di dunia yaitu memberikan makanan kepada orang lain. Kepada siapa ? kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.Pada ayat tersebut Allah Ta’ala juga menyebutkan perkara apa yang di berikan yaitu perkara yg paling kita cintai artinya perkara yang paling baik.

Dan pada ayat yang lain disebutkan :

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا

Terjemahan: Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS.Al Insan: 9)

Nah di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyebutkan kepada kita tentang ciri-ciri orang beriman yang Allah Ta’ala masukan kedalam surga. Apa ciri mereka ? mereka adalah seseorang yang senang memberi kepada orang lain. Akan tetapi, bagaimana memberinya ? yang diberikan adalah perkara yang mereka cintai, artinya adalah perkara yang paling baik.

Ini juga merupakan kaidah bagi kita, apabila kita ingin berinfaq, bersodaqoh dan memberikan sesuatu kepada orang lain. Maka, berikan apa yang terbaik yang kita miliki.

Jadi, jangan sampai ketika kita akan memberikan sesuatu kepada orang sebagai sedekah yang diberikan adalah perkara paling buruk yang kita miliki. Misalnya kita akan memberikan makanan dan kita memberikan makanan paling buruk yang kita miliki.

Akan tetapi, tatkala kita akan memberikan makanan kepada orang miskin dan anak yatim. Kita memberikan makanan yang paling baik, minimal makanan yang sering kita makan.

Kemudian, ketika kita sudah memberikan perkara yang baik kepada mereka. Apakah kita selanjutnya menunggu ucapan terima kasih dari mereka yang telah kita berikan sedekah ? Terkadang sebagian diantara kita tidak mau memberikan sesuatu yang baik kalo orang tersebut tidak memberikan balasan kepada kita atau minimal ucapan terima kasih.

Orang-orang beriman tidak seperti itu, yang terpenting bagi mereka adalah berinfaq hanya kepada Allah Ta’ala. Meskipun terkadang orang yang diberi tidak mengucapkan terima kasih.

Kenapa demikian ? karena orang-orang beriman tau bahwa ucapan terima kasih dari manusia dan balasan dari manusia itu tidak bermanfaat bagi dirinya. Akan tetapi, balasan yang paling bermanfaat adalah balasan dari Allah Ta’ala.

Memang didalam islam ada adab yang perlu kita perhatikan, ketika kita di berikan sesuatu oleh orang lain dan salah satu adabnya adalah mengucapkan terima kasih atau minimal ucapkan Jazakallah khair.

Maka itu adalah salah satu hal yang kecil dan harus kita lakukan ketika kita diberi sesuatu oleh orang lain. Akan tetapi, jika kita berada dalam posisi yang memberi cukuplah kita memberi karna Allah Ta’ala.

Karena dalam perkara syarat diterimanya amal seseorang dalam beribadah ataupun yang lainnya, harus terpenuhi dua perkara :

  1. Harus ikhlas karena Allah Ta’ala.
  2. Sesuai apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Dan ketika seseorang mengharapkan balasan dari orang lain berarti hilang keikhlasannya. Karena tidak mungkin kita menunggu balasan dari orang lain kemudian akan Bersatu dengan keikhlasan, ini bagaikan air dan api sampai kapanpun tidak akan pernah bersatu.

Terkadang Sebagian kita hari ini kita mau memberi kepada orang lain, tapi mengharapkan balasan. Misalkan anak buah memberikan sesuatu kepada atasannya dengan harapan agar jabatannya naik, maka perkara seperti itu tidak ada manfaat bagi dirinya dan tidak bernilai sebagai amal sholeh di sisi Allah Ta’ala.

Jadi, perkara yang paling sulit ketika kita bersedekah adalah memperbaiki niat. Maka dari itu kita perlu berhati-hati, jangan niat kita salah ketika bersedekah dan berinfaq kepada kerabat dan kepada orang lain, maka niatkan hanya untuk menggapai ridho Allah Ta’ala.

Akan tetapi, disamping itu Allah Ta’ala adalah zat yang maha kaya. Pasti Allah Ta’ala akan membalas dengan kebaikan-kebaikan didunia dan Allah Ta’ala akan membalas dengan kebaikan-kebaikan di akhirat.

Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam berkata,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidaklah mengurangi harta.”) HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah)

Maka orang beriman itu akan mendapatkan dua keuntungan yaitu keuntungan di dunia ia dapat dan keuntungan di akhirat juga ia dapatkan.Tapi, bagi orang-orang yang hanya mengharapkan balasan didunia dan tidak mengharapkan balasan di akhirat, mereka akan rugi di dunia dan di akhirat.

Lalu, bersedekah dengan mengharapkan agar harta bertambah. Bolehkah ?

Para ulama menyebutkan ketika seseorang bersedekah, maka ini tidak akan terlepas kedalam tiga keadaan diantaranya:

  1. Orang yang tatkala bersedekah tapi diniatkan untuk mendapatkan balasan didunia tanpa berkeinginan menerima balasan di akhirat. Maka orang yang seperti ini amalnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala dan tempatnya di dalam siksa api neraka.
  2. Orang itu berharap kepada keridhoan Allah Ta’ala dan mengharapkan akhirat. Tapi, disamping itu juga ada keinginan mengharapkan balasan didunia. Maka para ulama menyebutkan orang yang seperti ini masih mendapatkan pahala, akan tetapi pahalanya sedikit. Kenapa ? karena tingkat ketauhidan dia berkurang.
  3. Orang yang murni didalam dirinya, ketika dia bersedekah hanya untuk Allah subhanahuwata’ala. Akan tetapi, ia mengharapkan apa yang Allah ta’ala janjikan saja. Misalkan bagi orang yang melakukan silaturahim, maka Allah ta’ala akan panjangkan umurnya, Allah ta’ala akan berkahi rizkinya dan lain sebagainya. Maka orang yang seperti ini telah beribadah dengan cara yang benar dan ini akan mendapatkan pahala yang sempurna di sisi Allah ta’ala. Kenapa ? karena dia tidak mengharapkan kecuali yang sudah dijanjikan Allah ta’ala.

Jadi dalam masalah ini, misalkan Allah akan berikan keberkahan dan rizkinya akan allah tambahkan. Maka ini adalah janji Allah ta’ala. Maka, seseorang boleh mengharapkan apa yang allah janjikan, baik didunia maupun diakhirat.

Jangan pikirkan balasan saat berbagi

Kesimpulan

Jadi ketika kita melakukan suatu amalan maka akhirat itu dijadikan sebagai tujuan. Tetapi, apa yang allah janjikan didunia hal ini adalah buah dari pada amal shaleh yang kita lakukan.

---------------------------

Oleh : Ustadz Ali Nurjani hafidzahullahu ta'ala

Komentar 0

Tidak ada komentar