Jadwal Kajian Live Streaming MGI TV

Jangan Bersedih di Masa Sulit, Ustadz Hatim Menjelaskan Kisah Sahabat Nabi dan Rasulullah Ketika dalam Keadaan Sulit

Ustadz Hatim Abdullah ketika menjelaskan tafsir surat At – Taubah Ayat 40 di program acara Murottal By Request beberapa hari yang lalu.

MGITV.com - Ustadz Hatim Abdullah ketika menjelaskan tafsir surat At – Taubah Ayat 40 di program acara Murottal By Request beberapa hari yang lalu dalam penjelasan tersebut Ustadz menjelaskan bahwa kita jangan bersedih ketika terjatuh dalam keadaan yang sulit seperti dalam kisah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Seorang sahabat ini, andai saja Allah Ta’ala mengizinkan ada nabi lagi selain nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Maka sahabat yang satu ini pantas di nobatkan sebagai seorang Nabi, Akan tetapi Qadarullah dan sudah menjadi ketetapan Allah Ta’ala bahwa nabi terakhir adalah nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shalallallhu Alaihi Wassalam.

Baca Juga : Jadwal Kajian & Program Acara Live Streaming MGI TV.

Tonton Juga : Hukum Tattoo dalam Islam & Dampak Bagi Kesehatan Dibahas oleh Ustadz Abu Qotadah & dr. Rangga Amudita

Siapa sahabat tersebut ? Beliau adalah Abu Bakar As Shidiq, beliau senantiasa membersamai Rasulullah pada setiap keadaan, baik itu keadaan bahagia maupun keadaan sengsara.

Nah, di dalam surat At – Taubah Ayat 40 ini menjelaskan tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ketika dalam keadaan sulit.

Ketika itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam berdakwah di Mekkah dan sudah tidak dimungkinkan lagi untuk tinggal disana.

Baca Juga : Penggunaan Jimat Jitu sebagai Penglaris, Apakah Bisa Berkah dagangannya ?

Tonton Juga : Menggunakan Jimat Jitu dalam Berdagang

Apalagi semenjak paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam meninggal, di Mekkah sudah tidak ada lagi yang membela Rasulullah.

Dengan wafatnya paman beliau, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam banyak di intimidasi, di pojokan dan lain sebagainya.

Bahkan, sebelum keberangkatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ke Madinah, Kota Madinah saat itu sudah di kepung oleh orang-orang yang ingin membuhuh Rosulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Baca Juga : Ajari Anak Berdagang Agar Hidup Mandiri

Tonton juga : Kita Lawan Corona, Apakah itu Termasuk Sombong ? Dibahas Oleh Ustadz Abu Qotadah.

Singkat kisahnya ketika itu sebelum keberangkatan di gantikan oleh seorang sahabat sekaligus mantu Rosulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yaitu Ali bin Abi Thalib, menggantikan posisi Rosulullah ketika sudah di kepung pasukan yang ada di Mekkah.

Nah, membersamai lah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Abu Bakar As Shidiq pergi dari rumah tersebut di malam hari dengan pertolongan Allah Ta’ala.

Maka disini Allah Ta’ala menyampaikan :

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya : Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita".

Baca Juga : Dalil Anjuran Berdagang dalam Islam

Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS At Taubah Ayat 40).

Kisahnya adalah ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sudah mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala. Tidak peduli siapapun yang akan memberikan mudharat atau yang akan memberikan manfaat. Ketika Allah tidak mengijinkan, maka Allah tidak akan ijinkan.

Demikian ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ketika akan ada banyak orang yang memberikan mudharat dengan cara mengepung dan membunuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Maka ketika Allah akan menolongnya maka Allah akan menolongnya, sekalipun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sendirian.

Maka singkat cerita, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam atas bimbingan Allah Ta’ala itu mendapatkan sebuah gua yang tidak jauh dari perjalanan Mekkah ke Madinah.

Kemudian disana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersembunyi disana. Namun, jika kita lihat gua tsur itu tidak dalam dan ukurannya kecil.

Tonton Juga : Kajian Kitabut Tauhid : Pentingnya Tauhid - Ustadz Muhammad Hazim

Hal tersebut seperti yang dijelaskan Allah Ta’ala dalam surat At Taubah ayat 40 bahwa ketika Allah menolong Rasulullah dan sahabatnya.

Maka Rasulullah mengucapkan kepada sahabat Abu Bakar As Shidiq “La Tahzan, Innallaha Ma'ana”, artinya “Jangan kau bersedih, Allah bersama kita”.

Rasulullah mengatakan hal itu karena ketika itu Abu Bakar As Shidiq sangat mengkhawatirkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Karena Abu Bakar As Shidiq siap membela Rasulullah dengan harga dan jiwa raganya.

Apakah mungkin terjadi pada kita ? Ketika ada seorang sahabat kita yang dikejar oleh satu kota dan kita mengkhawatirkan mereka ? Kalo kita mungkin belum tentu seperti itu, kita melindungi seseorang.

Dikabarkan juga bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan sahabatnya Abu Bakar As Shidiq di gua Tsur itu tidak hanya 1 atau 2 malam saja. Melainkan sehari 3 hari 3 malam dalam keadaan di kejar satu kota.

Kenapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sampai mengatakan “La Tahzan, Innallaha Ma’ana” ?

Karena di lingkungan tersebut sudah ada lalu lalang orang-orang dari kafir Quraisy yang sedang mencari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan Abu Bakar As Shidiq.

Sebelumnya Abu Bakar mengatakan “Andai mereka (orang kafir quraisy) melihat kedua kaki Rasulullah, pasti mereka melihatnya” Tapi disana ada pertolongan Allah Ta’ala.

Tonton Juga : Bagian - Bagian Ahli Waris

Dimana Allah Ta’ala mengutus pasukan Allah yang tidak mereka lihat, siapa itu ? Para malaikat. Selanjutnya Allah Ta’ala palingkan pandangan orang-orang kafir quraisy tersebut, padahal ketika itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan Abu Bakar As Shidiq sudah sangat nampak terlihat kalo misalnya Allah perlihatkan.

Lalu, Siapa yang ngasih makan Rasulullah dan Abu Bakar As Shidiq ini selama di gua Tsur ?

Dalam kisah ini ada satu wanita yang terlibat dan atas pertolongan Allah Ta’ala. Wanita tersebut adalah salah satu putri Abu Bakar yaitu Asma binti Abu Bakar yang pemberani dan memberanikan diri untuk mengantarkan makanan untuk Rasulullah Shalllalahu Alaihi Wassalam dan Abu Bakar.

Sehingga Asma ini diberikan gelar atau julukan oleh Rasulullah Shalllallahu Alaihi Wassalam yaitu “Dzatin Nithaqain” (Pemilik Dua Ikat Pinggang).

Jadi ikat pinggang asma ini, ikat pinggangnya itu di sobek menjadi dua. Satu ikat pinggang yang lain untuk dirinya dan satu lagi untuk menampung makanan. Karena jarak dari Mekkah dan gua tsur sangat jauh.

Jadi selama tiga hari ini, Allah Ta’ala membantu untuk makan dan minumnya dengan wasilah Asma Binti Abu Bakar sehingga mendapatkan julukan “Dzatin Nithaqain” (Pemilik Dua Ikat Pinggang).

Tonton Juga : Cari Tau, Aqidah Kamu Sama Dengan Aqidah Siapa ?

Firman Allah Ta'ala La Tahzan, Innallaha Ma'ana yang di ucapkan Rasulullah kepada Abu Bakar ini mengandung yang sebuah kenyakinan diantaranya berupa akidah. Tentang kebersamaan Allah berupa pertolongannya.

Demikian juga dengan kita jika merasa sebagai seorang mukmin dan berusaha untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Misalkan kita terjatuh kepada sebuah keadaan yang sulit, misalnya belum mendapatkan pekerjaan, belum mendapatkan jodoh, kena PHK dan lain sebagainya.

Maka jangan takut ketika kita berusaha menjadi mukmin sejati, maka jangan bersedih. Namun harus selalu bersabar dan berdoa dan ikhtiar. Karena disana akan ada pertolongan dan penjagaan dari Allah Ta’ala kepada orang yang bertaqwa.

------------------------------------------

Sumber : Sesi Tafsir di Program Acara Murottal By Request - Jadwal Program Acara Murottal by Request bisa di cek disini !

Komentar 0

Tidak ada komentar