Istikharah & Ketetapan Allah

Sahabat gema islam bertanya tentang apa gunanya memohon dan berdoa dalam istikharah jika ujung-ujungnya ketetap allah lah yang terjadi.

Pertanyaan :

bismillahirahmanirahim ustadz.
Saya mau bertanya tentang istikharah ustadz.

Terkait dengan sholat istikhoroh terlintas dalam benak saya kadang kadang tentang apa gunanya memohon dan berdoa ,serta berusaha jika ketetapan Allah adalah yang terjadi

Jawaban

Dalam hal ini sangat penting bagi kita untuk memahami hal ini dengan baik Bahwa segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah Subhana hu wa taa”ala, segala sesuatu diciptakan dengan takdirnya,

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash)

Yang telah memerintahkan berdoa juga Allah,dan yang secara spesific memerintah kan istikhoroh juga Allah, melalui nabinya sholallahu alaihi wasalam.

Bahkan nabi memerintahkan untuk istikhoroh dalam setiap urusan kita, meminta pilihan kepada Allah Subhana hu wataa’la. Maka hamba yang baik ,hamba ynag benar itu membenarkan semua firman Allah dan laksanakan semua perintahnya, dan itu semuanya rahasianya seluruhnya ada disisi Allah Subhana hu wataa’la.

Maka Allah telah ingatkan kita semuanya “Allah tidak diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang ia perbuat ,tetapi merekalah yang akan diminta pertanggung jawaban”

Justru jika kemudian kita bariman kepada takdir lalu pasrah tidak berbuat apa-apa maka kita akan diminta pertanggung jawabanya mengapa tidak berbuat, bukankah sudah diperintahkan untuk berihtiyar ? bukankah sudah diperintahkan untuk berdoa ? bukankah sudah diperintahkan untuk istikhoroh ? dan yang terpenting untuk kita adalah laksanakan perintahnya lalu kita serahkan takdirnya kepada Allah Subhana hu wa taa’la.

Karena takdir adalah rahasia Allah, kita tidak akan tahu kecuali setelah terjadi,dan yang kita tau adalah apa yang Allah syariatkan untuk kita.itulah baru hamba Allah Subhana hu wa taa’ala membenarkan beritanya ,melaksanakan perintahnya.bukan beritanya dibenarkan perintahnya di abaikan,bukan perintahnya dilaksanakan dan beritanya diabaikan.

Maka ini adalah yang benar dan dalam kelompok ini ada golongan yang sesat mereka yang membenarkan berita takdir tapi tidak mau melaksanakan syariat yaitu aliran jabriyah,dan mereka yang mau melaksanakan syariat,berihtiyar tapi tidak mau beriman bahwa Allah telah menakdirkan itu adalah faham kodariyah dan dua duanya sesat,menyimpang, bahkan kesesatan meraka ada yang sampai kekafiran.

Jadi beriman kepada Allah harus dari kedua sisinya tidak boleh Cuma satu sisi dan mengabaikan sisi yang lainnya wallahu alam.

***

Dijawab Oleh : Al Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam

Komentar 0

Tidak ada komentar