Serial Aqidah: Makna dan Urgensi Tauhid Uluhiyah

0
222
Serial Aqidah: Makna dan Urgensi Tauhid Uluhiyah
Serial Aqidah: Makna dan Urgensi Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah yaitu tauhid yang berkaitan dengan Allah yang diibadahi. Setiap  yang dijadikan sebagai sesembahan maka itu disebut illah bagi orang yang menyembahnya. Tauhid uluhiyah secara syariat maknanya  kita mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan hamba yaitu ibadah.

Tema dakwah setiap rasul yang diutus Allah subhanahu wa ta’ala tema paling mendasar dan paling inti yaitu Tauhid uluhiyah. Sehingga itulah dakwah utama yang disampaikan oleh setiap nabi setiap rasul yang diutus kepada umatnya.

Kenapa dikatakan Tauhid uluhiyah? Karena Allah memiliki sifat dan disifati dengan satu nama yang agung yaitu “Allah”  Dzul uluhiyah yang memiliki uluhiyah sehingga yang berhak diibadahi adalah Allah subhanahu wa ta’ala.

Tauhid uluhiyah ini dibangun di atas keikhlasan untuk kita menghamba kepada Allah. dan ini merupakan kecintaan yang sangat besar kepada Allah semata dan itu konsekuensinya memurnikan ibadah, ikhlas  hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Tauhid uluhiyah ini alahiah ke dalamnya pembahasan seluruh ibadah yang muncul dari taaluk penghambaan hati kita hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan bentuk ibadah yang lahir ataupun ibadah yang batin seperti dengan cinta dengan hulu inqiyad kepatuhan kita hanya kepada Allah semata tidak kepada yang lainnya. Maka wajib kita untuk mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan itu semua seperti dengan doa kita, khauf, mahabbah, tawakal, inabah. taubah , tatkala itu merupakan ibadah, tidak boleh kita tujukan kepada selain Allah.

Tidak ada sesembahan yang berhak kecuali Allah subhanahu wa ta’ala itulah inti dari Tauhid uluhiyah. dari sini jelas tentang keagungan Tauhid uluhiyah menjadi tujuan utama dakwah setiap rasul yang diutus oleh Allah, membawa risalah dari Rabbul Alamin untuk disampaikan kepada manusia.

Tauhid uluhiyah memiliki dasar yang terdiri dari dua rukun yang terkandung dalam ungkapan lailahailallah yaitu: Pertama, an-nafyu yang terkandung dalam kalimat La Ilaha yaitu tidak ada ilah yang berhak disembah dalam arti menolak segenap bentuk peribadatan kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Kedua, al-isbat yang terkandung dalam kalimat illallah yaitu menetapkan hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang pantas untuk diibadahi. Tauhid baru akan terbentuk dan tercipta dengan mengumpulkan dua rukun ini. satu saja hilang rukun Lailahaillallah maka dia jatuh kepada penyimpangan.

kewajiban kita untuk terus menjaga tauhid yang agung ini yaitu tauhid uluhiyah. Semoga dengan itu menjadikan kita sekalian meraih rahmat Allah meraih ampunannya. Tauhid uluhiyah mengatur amal kita berbeda dengan tauhid rububiyah dan tauhid asma dan sifat itu mengatur ilmu dan keyakinan kita. Kewajiban kita sebagai hamba untuk menyerahkan amal hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala maka itu menjadi kewajiban yang penting itulah tauhid uluhiyah.

 

Oleh; Ustadz Heri Iman Santoso -hafidzahullah-

Source; dicatat dari pembahasan kajian program Mutiara Fajar Spesial Ramadhan bersama Ustadz Heri Iman Santoso -hafidzahullah- link selengkapnya cek di https://fb.watch/r5V-1vxCa8/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here