Amalan Penggur Dosa: Bagaimana seluruh dosa kecil dan besar akan diampuni dan digugurkan?

0
95

Pembahasan kita kali ini kita akan membahas tentang bagaimana seluruh dosa kecil dan besar akan diampuni dan digugurkan. apakah benar dosa-dosa tersebut bisa diampuni dan digugurkan? yuk kita simak ulsan selengkapnya.

Sebagaimana nabi ﷺ menyebutkan bahwa, “semua anak cucu nabi adam alaihissalam berbuat salah, dan sebaik-baik yang berbuat salah adalh yang bertaubat kepada Allah”, dalam hadits lain rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Allah akan menciptakan diantara makhlukNya yang berbuat dosa untuk menampakan besarnya ampunan Allah subhanahu wa ta’ala.

Adanya klasifikasi dosa kecil dan besar ini memiliki banyak faktor diantaranya faktor pembedanya ada pada bahaya yang ditimbulkan, kemudian cara bertaubatnya anatara dosa kecil dan besar ini ada sedikit perbedaan

Teringat dari ungkapan Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, beliau menyebutkan bahwa Allah menjadikan banyak sebab untuk dihapuskannya dosa diantaranya dengan bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang sebenar-benarnya), kemudian dengan sebab amal shalih yang dikerjakannya (tauhidnya, keikhlasannya, sedekah. shaum, dan lain sebagainya), kesabarannya ketika ditimpa ujian dan musibah, dan masyiah/murni kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. 

Seluruh dosa yang besar dan kecil dapat digugurkan dengan taubatan nasuha/taubat yang benar dan jujur. Dalilnya terdapat dalam surah at-tahrim ayat ke 8. 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. At-Tahrim ayat 8)

Allah subhanahuwata’ala juga berfirman dalam quran surah Ali Imran ayat yang ke 135-136

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ  أُو۟لَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. 

Dalam hadits juga disebutkan Rasulullah ﷺ bersabda, bahwa taubat itu akan meruntuhkan dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya (HR. Muslim). Dari dalil ayat quran dan hadits yang telah disebutkan bahwa taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai salah satu sebab yang paling besar yang dengannya allah akan menghapus dosa-dosa seorang hamba.

Kita perlu pahami bahwa diantara tanda kebahagiaan seorang hamba itu, sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh At-Tamimi rahimahullah adalah jika diberikan nikmat dia bersyukur jika diberi ujian dia bersabar, dan jika dia berdosa maka dia bersegera beristighfar dan bertaubat kepada allah

Apa itu taubat nasuha? taubat nasuha adalah taubat yang jujur dan benar, yang terkumpul dalam hal ini 3 syarat yaitu; meninggalkan dosa yang dia lakukan, menyesali atas dosa yang dia kerjakan, dia bertekad dengan niat yang sangat kuat untuk tidak kembali melakukan dosa selama-lamanya. Dan ada syarat ke 4 jika dosa tersebut berkaitan dengan kezaliman kepada sesama mukmin, maka hendaklah dia meminta untuk dihalalkan,dimaafkan. Karena pada hari kiamat kezaliman akan dituntut oleh orang yang terdzolimi, si pelaku akan dituntut dan akan dilakukan qishash atau kedzaliman yang dilakukannya.

Syarat lain yang berkaitan dengan taubat adalah hendaklah taubat itu dilakukan pada waktu diterimanya taubat. Waktu diterimanya taubat ini ada dua: ada yang sifatnya individu antara satu orang dengan orang lainnya waktunya berbeda, kemudian secara menyeluruh/semua manusia sama. 

Waktu diterimanya taubat pada satu orang berbeda dengan orang lainnya adalah sebelum datangnya maut/sakaratul maut, atau lewatnya nafas dari tenggorokan. Adapun waktu taubat yang dengannya allah masih menerima secara keseluruhan adalah sebelum datangnya hari kiamat, dalam hadis dijelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menutup pintu taubat sampai tegaknya hari kiamat yaitu sampai matahari terbit dari arah barat.

oleh: Ustadz Rizal Arifin -hafidzahullah-

 

Source: dicatat dari pembahasan kitab a’lamu sunnah al mansyurah bersama ustadz Rizal Arifin dalam program Mutiara Fajar MGTV  

(link: https://www.facebook.com/mediagemaislam.tv/videos/364464619881914)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here